• Bahasa Indonesia
  • English

Testimonial

Tidak Lagi Sulit Mengoordinasi Tubuh

 

Sebelum menemukan metode Brain Gym, Derry mengalami kesulitan dalam mengoordinasi anggota tubuhnya karena Multiple Sclerosis yang dideritanya. Tidak hanya sulit mempertahankan tubuh untuk berjalan sesuai dengan arah yang diinginkannya, Derry juga selalu meleset tiap kali ingin menyentuh hidungnya.

Berkat metode Brain Gym, yakni balance dengan menggunakan centering dimension, Derry kini bisa tersenyum kembali karena tidak lagi mengalami kesulitan mengoordinasi anggota tubuhnya untuk bergerak sesuai yang ia inginkan.

~ Maya Danubrata, instruktur Brain Gym yang memberikan balance pada Derry

 

 

Nyaman dengan Aktivitas Keseimbangan

Bagi seorang perempuan, benjolan di daerah payudara tentu sangat mengkhawatirkan dirinya. Begitu pula dengan MS, ibu sekaligus seorang guru SD di Denpasar. Meski sudah memeriksakan diri ke dokter, ia masih belum merasa lega. Melihatnya meringis menahan nyeri, saya tawarkan diri untuk membantu dengan metode Brain Gym. Saya pun melakukan persiapan dengan aktivitas PACE dan langkah-langkah dalam keseimbangan X-pand. Tak lama kemudian penyebab nyeri ditemukan, yaitu lemahnya dimensi focus, terutama pada area occiput dan belakang lutut, yang terasa akibat kelelahan melakukan aktivitas rumah tangga dan pekerjaan.

Nyeri yang dirasakan MS nyatanya jauh berkurang setelah selama kurang lebih 15 menit melakukan gerakan Mengaktifkan Tangan dan Luncuran Gravitasi yang dipilih MS dalam aktivitas keseimbangan. Hingga kini, MS masih melakukan gerakan tersebut secara rutin sesuai dengan kebutuhannya.

~ Dwi Hartanti, instruktur Brain Gym